by

Visitasi Pendampingan Perubahan Bentuk Menjadi IAIC oleh Kasi Kelembagaan Diktis Kemenag RI

Visitasi Kasi Kelembagaan Diktis Kemenag RI ke STAIC dalam Rangka Pendampingan Perubahan Bentuk Menjadi IAIC

staic.ac.ad – Sekira pukul 16.00 WIB sebuah mobil putih berlogo Yayasan Islamic Centre tiba dan berhenti tepat di depan ruang rektorat kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Cirebon (STAIC). Seorang anggota Menwa STAIC membuka pintu belakang mobil itu. Dari balik pintu belakang keluar seorang gagah disambut hangat tangan-tangan penuh semangat menyalaminya, ialah Dr. H. Amiruddin Kuba, Kasi kelembagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Agama  Islam Kementrian Agama RI.

Setelah duduk-duduk berbincang sebentar di ruang tamu rektorat,  pria yang berasal dari Makassar segera dipersilahkan menuju ruang pertemuan, ditemani oleh Ahmad Dahlan, ketua STAIC, dan beberapa pimpinan kampus. Sementara itu, ruang pertemuan di lantai dua tampak sudah cukup padat dipenuhi oleh civitas akademika kampus, terdiri dari pimpinan, dosen, staf kampus dan sejumlah ma hasiswa.

Hari ini (18/08/2018) Sekolah Tinggi  Agama Islam Cirebon sedang mendapatkan visitasi dari Kasi kelembagaan Direktorat PTAI dalam rangka pendampingan menuju perubahan bentuk STAIC menjadi IAIC (Institut Agama Islam Cirebon). Dalam sambutannya, Ahmad Dahlan memperkenalkan kepada Kasi sekilas profil kampus serta upayanya melakukan sejumlah perubahan demi perubahan menuju kemajuan.

“STAIC merupakan kampus swasta tertua di Cirebon, bahkan se-Wilayah III. STAIC merupakan kampus terbuka yang dimiliki umat, bukan korporasi apalagi perseorangan. Dijalankan berdasarkan Statuta yang telah disusun dan diputuskan bersama dalam rapat senat. Oleh karena itu, ketua dipilih dan ditentukan secara berkala, setiap 4 tahun sekali, melalui mekanisme rapat senat,” terangnya.

“Kampus STAIC  mengalami dinamika yang cukup panjang. Akreditasi B yang diperoleh Prodi PAI STAIC lebih dulu daripada Prodi PAI STAIN Cirebon (kini IAIN Syekh Nurjati Cirebon). Namun, kini mereka sudah akreditasi A. Karena itu, kami harus segera mengejar ketertinggalan dengan melakukan usaha-usaha untuk menuju perubahan dan perbaikan diri,” lanjutnya.

“Namun, kami saat ini sedang mempersiapkan proses akreditasi Prodi PAI secara maksimal dengan tarjet mendapatkan akreditasi A,” terangnya optimis.

“Alhamdulillah, tahun lalu, 2017 STAIC mendapatan peringkat kedua, setelah sebelumnya mendapatkan peringkat nomor sepatu. Bulan lalu, mahasiswa kami berhasil mendapatkan juara I lomba kaligrafi, juara II lomba karya ilmiah, dan juara III lomba catur di PIONIR I yang dihelat oleh Koopertais Wilayah II Jabar dan Banten di Cipasung, Tasikmalaya,” ungkapnya penuh Syukur.

“Kita sudah pernah mengajukan proposal alih status ke Kementrian Agama RI, telah mempresentasikannya dan divisitasi. Namun, kabar tindak lanjut terkait hasilnya belum kami peroleh. Maka, dalam kesempatan kali ini kami mohon pengarahan dan penjelasan dari Bapak Kasi,” harapnya.

Dalam visitasi pendampingan kali ini Dr. H. Amiruddin Kuba menjelaskan proses dan mekanisme perubahan bentuk menjadi institut dengan begitu detail dan rigid kepada para hadir di aula kampus.[]

News Feed