Staic.ac.id – Sekolah Tinggi Agama Islam Cirebon (STAIC) mengadakan kegiatan pembekalan KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) bagi mahasiswa tingkat semester VII pada siang ini (04/11/2018). Kegiatan yang berlangsung pada pukul 13.30 hingga 17.00 WIB ini digelar di gedung pertemuan Islamic Centre Kabupaten Cirebon,

Pembekalan KKM kali ini diikuti oleh sebanyak 132 mahasiswa. Sebagian besar peserta KKM berasal dari mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), yaitu sebanyak 95 mahasiswa. Dari Prodi Hukum Keluarga atau Ahwal Syakhshiyah (AS) sebanyak 16 mahasiswa, dan dari Prodi Ekonomi Syariah (Ekos) sebanyak 21 mahasiswa. Para mahasiswa tersebut rencananya akan disebar ke 5 (lima) desa di Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon. Desa-desa yang dimaksud yaitu desa Beber, Wanayasa, Sindanghayu, Sindangkasih, dan Ciawigajah.

Kegiatan pembekalan KKM kali ini menghadirkan empat narasumber, terdiri dari pimpinan dan dosen STAIC, yaitu Dr. Alex Suheryawan (Puket I), Dr. Hj. Ijah Bahijah, MA (Puket II), Drs. Moh. Sobri, M.Mpd. (Puket III), dan Dr. H. Aan Djaelani.

KKM merupakan realisasi dari pengabdian kepada masyarakat, satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, selain Pendidikan dan Penelitian. Dengan KKM, mahasiswa diharapkan bisa mengaplikasikan ilmu dan teori-teori yang dipelajarinya selama kuliah di kampus saat hidup di tengah-tengah masyarakat, selain mereka belajar dari masyarakat tentang bagaimana hidup di tengah-tengah bermasyarakat yang majemuk. Karena itu, KKM kali ini mengusung tema Melalui KKM, Mahasiswa Belajar dari Masyarakat”. Dengan KKM tersebut, diharapkan para mahasiswa nanti banyak menyesap ilmu dan pengalaman hidup dari bermasyarakat di desa tujuan.

Adapun tujuan diadakannya pembekalan adalah untuk memastikan para mahasiswa peserta KKM telah siap diterjunkan di lokasi, baik kesiapan secara materil maupun moril, baik kesiapan psikis ataupun psikologis.

Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan oleh Dr. Hj. Ijah Bahijah di hadapan para peserta pembekalan siang itu.

“Pembekalan KKM merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Tujuannya, agar para mahasiswa benar-benar siap diterjunkan di tengah-tengah masyarakat ketika mereka melakukan kegiatan-kegiatan pengabdian di desa tujuan,“ terang Ijah.

Lebih lanjut, Ijah mengatakan bahwa kegiatan KKM di Beber kali ini berlangsung selama satu bulan, dimulai pada tanggal 5 November dan akan berakhir pada 5 Desember 2018. Rencannya, seremonial pembukaan secara resmi akan diadakan di kantor Kecamatan Beber.

Koordinasi dengan dosen pembimbing

Usai pembekalan, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi antara kelompok KKM setiap desa dengan dosen pembimbingnya masing-masing. Koordinasi ini diisi dengan arahan dan tanya-jawab terkait persiapan menuju lokasi atau desa tujuan esok harinya. Selain itu, koordinasi awal ini ditujukan untuk mengakrabkan para calon peserta KKM dengan dosen pembimbingnya, dan selanjutnya dilakukan komunikasi dan pembimbingan yang lebih mendalam terkait dengan teknis di lapangan. Tercatat selaku dosen pembimbing yaitu Masyhari, Lc., M.H.I (desa Ciawigajah), Kusdiyana, M.S.i (desa Beber), Yadi Suryadi, M.Pd.I (desa Sindanghayu), Wanayasa), Ahmad Luthfi Hidayat, Lc., MA (desa Sindangkasih), dan Lathifatul Jannah, M.Pd.I (desa Wanayasa).[]

News Feed