by

STAIC Berhasil Raih Juara PIONIR I Se-Jabar & Banten

staic.ac.id – Sabtu malam (07/07/2018)  seluruh cabang perlombaan PIONIR I,  hajatan akbar Koopertais Wilayah II Jawa Barat dan Banten telah usai dilaksanakan. Satu hal yang paling ditunggu oleh para peserta, tidak terkecuali oleh tim official STAIC, adalah pengumuman juara.

Pengumuman yang ditunggu-tunggu itu ternyata baru akan disampaikan Ahad malam pada seremonial penutupan (08/07). Kontingen STAI Cirebon, karena hal teknis, tidak bisa menghadiri seremonial penutupan, dan harus segera kembali ke Cirebon bersama dengan rombongan dari ISIF Cirebon pada Ahad siang (08/07).

Tepat Ahad malam kabar gembira itu telah sampai dari panitia PIONIR I kepada Ajat Sudrajat, ketua tim official STAIC melalui pesan WhatsApp.

“Alhamdulillah, tim kita meraih tiga medali,” tulisnya di grup WhatsApp Tim Official sambil melampirkan daftar juara di masing-masing lomba.

“Kaligrafer kita, M. Hardianto berhasil meraih juara I di cabang perlombaan kaligrafi Alqur’an putra,” lanjutnya berbinar bahagia.

Piagam-Penghargaan-Muhammad-Hardianto
Piagam-Penghargaan-Muhammad-Hardianto

Saat dikonfirmasi staic.ac.id, M. Hardianto membenarkan kabar tersebut. Ia  bersyukur dan berterima kasih kepada tim official yang senantiasa mendampinginya selama perlombaan kaligrafi digelar, meskipun awalnya tidak mengira akan peroleh juara I.

“Saya tidak mengira akan mendapatkan juara I. Soalnya, suasana tempat perlombaan saat itu kurang kondusif. Lomba kaligrafi dilaksanakan di tepi lapangan Helipad, sementara di tengah lapangan berlangsung lomba voly ball. Tidak hanya sekali dua kali, bola meluncur dan hampir mengenai saya yang sedang fokus mengerjakan kaligrafi. Tapi, alhamdulillah, tim official selalu siap siaga mendampingi saya, dan mengamankan dari gangguan bola,” akunya.

“Selain itu, di antara peserta lomba kaligrafi ada guru saya di Pesantren Lemka Sukabumi. Guru saya itu langganan juara I di ajang MTQ, loh!” lanjutnya.

“Ayub Al-Anshori berhasil meraih juara II di cabang lomba karya ilmiah putra,” ungkap Ajat Sudrajat.

Karya tulis ilmiah Ayub Al-Anshori berjudul “Keterkaitan Radikalisme Agama dengan Fenomena Hoaks” berhasil meraih juara II. Sementara juara I diraih oleh tim dari tuan rumah IAI Cipasung.

“Lomba ini dilaksanakan di ruang tertutup dan diawasi secara ketat. Peserta tidak diperkenankan copas dari internet. Leptop peserta sebelum lomba diharuskan kosong dari file ataupun tulisan apapun yang berkaitan dengan tema. Sebagai bahan referensi, peserta hanya boleh membawa buku cetak dan e-book dari smartphone-nya,” ungkap Ayyub.

“Penyaringan juara melalui dua tahapan. Pertama, kualitas tulisan, dan kedua presentasi secara lisan. Peserta yang lolos pada sepuluh besar diberikan kesempatan untuk mempresentasikan makalah ilmiahnya melalui power point,” terang Ajat Sudrajat.

“Saeful Akbar berhasil meraih juara III pada cabang lomba catur putra,” lanjutnya.

“Juara pada perlombaan catur PIONIR I ini dicatat oleh website resmi turnamen catur dunia. Hasilnya bisa dilihat di http://chess-results.com/,” ungkap Ajat Sudrajat kepada https://staic.ac.id/.

Dalam ajang perlombaan tersebut, juara umum diraih oleh tim tuan rumah, IAI Cipasung.

“Kita ucapkan selamat kepada tim tuan rumah yang telah berhasil meraih juara umum, juga terima kasih telah memberikan sambutan dan pelayanan yang baik kepada para peserta lomba PIONIR I yang luar biasa banyak,” katanya.

“Ajang perlombaan ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi kita, agar ke depan kita bisa lebih maju dan lebih baik lagi. Semester depan, kita harus aktifkan kembali kegiatan UKM secara lebih maksimal.” pungkasnya.[mhr]

Ayub JUARA II KARYA ILMIAH PIONIR
Ayub JUARA II KARYA ILMIAH PIONIR

News Feed