Sebanyak 200 Mahasiswa Antusias Ikuti Kuliah Ta’aruf

Staic.ac.id – Jelang tahun akademik baru 2018/2019 kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Cirebon (STAIC) mengadakan kegiatan kuliah ta’aruf mahasiswa. Kegiatan yang digelar selama tiga hari berturut-turut (29-31/08/2018) tersebut diikuti oleh sebanyak 200 mahasiswa.

Pada hari pertama, kegiatan diisi oleh panitia dari unsur Dema (Dewan Mahasiswa). Demikian sebagaimana dikatakan Rudi, ketua Dema STAIC.

“Pada hari pertama, kegiatan di-handle oleh panitia dari Dema, dengan dibuka dan didampingi langsung oleh puket III bidang kemahasiswaan, Bapak Moh. Sobri. Hari ini, kegiatan diisi perkenalan Dema dan kegiatan-kegiatannya, serta pembagian kelompok,” tuturnya.

“Sedangkan pada hari kedua diisi dengan pengenalan dan penampilan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa),” tambah Hamam Jafar, ketua panitia pelaksana.

“Selanjutnya, pada hari ketiga diisi dengan pendalaman materi perkampusan yang diisi oleh pimpinan STAIC dan Kaprodi,” lanjutnya.

Kegiatan kuliah ta’aruf mahasiswa sendiri bertujuan sebagai ajang perkenalan bagi mahasiswa baru. Perkenalan terhadap sesama mahasiswa, terhadap kampusnya; sistem akademik, administrasi perkuliahan, pimpinan dan dosennya, serta kegiatan kemahasiswaan yang ada di kampus. Hal ini sebagaimana penuturan Ahmad Dahlan, Ketua STAIC dalam sambutannya.

“Kuliah ta’aruf ditujukan agar mahasiswa mengenal betul kampusnya; sistem perkuliahan, kegiatan akademik, kegiatan kemahasiswaan, dan lain sebagainya,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, ketua STAIC berpesan kepada para mahasiswa baru agar menjadi mahasiswa yang aktif dan kreatif.

“Mahasiswa harus aktif mengikuti perkuliahan, agar tidak tertinggal dalam sisi akademik. Seorang mahasiswa harus tahu apa itu berbagai jenis karya tulis dan bisa membuatnya. Ada esai, paper, makalah, artikel, book review, skripsi, dan lain sebagainya,” paparnya.

“Selain itu, untuk mewadahi minat dan bakat mahasiswa di bidang organisasi dan kepemimpinan, di STAIC terdapat organisasi Dema di tingkat PT, dan Hima (Himpunan Mahasiswa) di tingkat Prodi,” terangnya.

“Tidak hanya itu, di STAIC juga terdapat berbagai macam UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang mewadahi kegiatan mahasiswa di bidang minat, bakat dan kretifitas di bidang lainnya, bidang seni misalnya, ada PSM (Paduan Suara Mahasiswa), Kaligrafi, Tilawah Alqur’an. Di bidang olah raga terdapat tenis meja, catur, Mapaic (Mahasiswa Pecinta Alam Islamic Centre), dan lain sebagainya. Di bidang ekonomi, terdapat kopma (koperasi mahasiswa). Di bidang literasi dan kepenulisan terdapat Lembaga Pers & Literasi Mahasiswa. Ada pula FKKT (Forum Kajian Kitab Turats) bagi yang punya minat konsen kajian kitab salaf. Di bidang kemiliteran, terdapat resimen mahasiswa (Menwa), dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Kegiatan ta’aruf merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh semua mahasiswa STAIC, dan menjadi salah satu prasyarat kelulusan. Hal ini sebagaimana penuturan Puket II, Hj. Ijah Bahijah, MA kepada Saeful Akbar, reporter staic.ac.id.

“Kegiatan kuliah ta’aruf ini sifatnya wajib. Artinya, setiap mahasiswa yang berhalangan pada tahun ini harus mengikutinya pada tahun mendatang. Sebagai bukti ada absensi-presensi kehadiran, dan di akhir acara para peserta yang hadir diberi sertifikat sebagai tanda bukti keikutsertaan,” terangnya.

“Pada tahun akademik ini keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan kuliah ta’aruf mahasiswa STAIC mengalami kenaikan yang cukup signifikan,” lanjutnya.

“Dan dengan modal awal yang baik ini, para mahasiswa, dosen dan pimpinan optimis, bahwa seiring berjalannya waktu STAIC akan menjadi kampus unggulan, mengingat pada tahun 2017 STAIC berhasil meraih penghargaan sebagai kampus Islam swasta terbaik ke-2 Se-Jawa Barat dan Banten. Dan, pada awal Juli 2018, kontingen STAIC berhasil meraih juara pada sejumlah perlombaan pada PIONIR I Se-Jawa Barat & Banten yang diadakan di Cipasung Tasikmalaya.” pungkasnya optimis.[Masyhari & Saeful Akbar]

News Feed