by

Mahasiswa STAI Cirebon Antusias Ikuti Seminar Proposal

staic.ac.id – Rabu siang (08/08/2018), Auditorium Sekolah Tinggi Agama Islam Cirebon dipenuhi para mahasiswa semester VIII Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Al-Ahwal Asy Syakhshiyah (AAS) yang berseragam rapi, setelan putih-hitam, berjas almamater.

“Siang ini kita punya hajat besar, yaitu Seminar Ujian Proposal mahasiswa tingkat akhir.” Jelas Masyhari, M.H.I, Kaprodi PAI, sekaligus ketua pelaksana kegiatan.

Semestinya, kegiatan tersebut diagendakan akan dibuka langsung oleh ketua STAI Cirebon. Namun, karena berhalangan, pembukaan dihandel oleh ketua pelaksana.

“Mewakili pimpinan, kami bersyukur kepada Allah swt, juga berterima kasih kepada para mahasiswa semua atas antusiasme dan semangatnya dalam mengikuti kegiatan Seminar Proposal ini,” katanya kepada para peserta yang memadati ruangan.

“Berdasarkan laporan yang masuk kepada kami, ada sejumlah 126 mahasiswa yang terdaftar akan mengikuti Seminar. Artinya, sekitar 90 % dari seluruh mahasiswa semester VII telah merespon positif kegiatan ini,” lanjutnya.

“Semoga, SUP hari ini berjalan dengan lancar dan sukses. Dan, pesan kami, agar saudara-saudara, para mahasiswa menyimak dan mencatat baik-baik saran dan masukan dari para narasumber. Selanjutnya, segera revisi, perbaiki yang perlu diperbaiki.” pungkasnya.

Sementara itu, ditemui usai pelaksanaan SUP, para narasumber optimis terhadap proposal para mahasiswa yang diajukan. Dan mereka berharap, para mahasiswa terus menjaga semangat dan komitmennya untuk mengerjakan skripsinya sesegera dan semaksimal mungkin.

“Mahasiswa harus lebih semangat dan berkomitmen menyelesaikan karya tulis tepat waktu, serta memenuhi kaidah-kaidah normatif yang berlaku.” tegas Yadi Suryadi, M.Pd.I, salah satu dosen narasumber.

“Selain itu, tidak kalah pentingnya, agar mahasiswa senantiasa pro aktif berkomunikasi dengan berbagai pihak, terutama dosen pembimbing dan tahan banting. Juga, jangan mudah patah hati bagi mahasiswa yang proposalnya “ditolak”,” lanjutnya.

“Proposal ditolak, jangan libatkan dukun. Tapi perbaiki.” pungkasnya.

Narasumber lainnya, Ajat Sudrajat, M.Pd.I juga tampak optimis.

“Mantap abis!” katanya.

“Hanya, sebagai catatan, mahasiswa harus lebih memahami konten apa saja yang harus ada di proposal skripsi. Ditemukan, beberapa peserta tidak mencantumkan jumlah populasi dan sampel untuk penelitian kuantitatif di proposalnya.” Jelasnya.

News Feed