Ahwal Al Syakhsiyah (AAS)

VISI MISI
Program Studi Ahwal Al Syakhsiyah (AAS)

 

1. Visi

MENJADI PROGRAM STUDI PERCONTOHAN PADA TAHUN 2022 YANG MENGHASILKAN SARJANA HUKUM BERKOMPETENSI HUKUM KELUARGA DAN ILMU FALAK

Visi Prodi Percontohan maksudnya adalah pada tahun 2027 nanti, sepuluh tahun dari tahun ini, bahwa program studi ini nantinya dapat dijadikan contoh bagi Prodi-Prodi sejenis sewilayah jawa barat yang di bawah naungan lembaga swasta, dengan alasan bahwa program studi Ahwal Syakhshiyyah di Sekolah Tinggi Agama Islam Cirebon merupakan Prodi Ahwal Syakhshiyyah pertama di wilayah III (Cirebon Indramayu Majalengka dan Kuningan) Kopertais II Jawa Barat dan Banten , Program Studi sejenis hingga saat ini masih jarang dijumpai dan sangat sedikit peminatnya, meskipun begitu, program Studi AAS di Sekolah Tinggi Agama Islam Cirebon hingga saat ini masih tetap eksis diminati oleh masyarakat, mempunyai mahasiswa yang selalu berkesinambungan, mendapatkan kepercayaan dari pemerintah yang bekerjasama dengan program studi ini dan mempunyai alumni yang sebagian besar sudah diterima di Instansi Pemerintah.

Untuk itu, program studi ini ingin menjadi program studi percontohan dengan cara akan lebih meningkatkan kualitas mutu akademik dan mutu pelayanan dalam segala bidang baik sarana fisik maupun non fisik.

Menghasilkan Sarjana Hukum yang Berkompeten, maksudnya sarjana hukun sudah dibekali dengan kemampuan akademik dan sekaligus mempunyai kompetensi khususnya di dua bidang: pertama, kompetensi bidang hukum keluarga (perkawinan, waris dan wakaf), dan yang kedua adalah Kompetensi Ahli Falak. Kedua kompetensi inilah yang diharapkan nantinya dapat dihasilkan oleh program studi, dan kedua kompetensi tersebut dapat dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat kompetensi.

 

2. Misi

MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN.
MENYELENGGARAKAN PELATIHAN ADVOKASI HUKUM DAN MEMPERBANYAK PRAKTIKUM FALAK.
MENINGKATKAN BUDAYA PENELITIAN HUKUM KELUARGA DAN ILMU FALAK.
MENGEMBANGKAN KERJASAMA DENGAN BERBAGAI PIHAK UNTUK MENINGKATKAN PELAKSANAAN TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI TERUTAMA DALAM BIDANG HUKUM KELUARGA DAN ILMU FALAK

Misi pertama adalah meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran, karena pelaksanaan pendidikan dan pengajaran sudah berjalan sesuai ketentuan di program studi, maka amanat berikutnya adalah peningkatan kualitas pendidikan dan pengajaran. Ini didukung oleh program dari pemerintah dengan memasukan KKNI ke dalam struktur kurikulum yang ada di Program Studi.

Misi kedua, menyelenggarakan pelatihan advokasi hukum, maksudnya adalah program studi akan menyelenggarakan pelatihan advokasi bagi mahasiswa dan alumni serta masyarakat. Pelatihan ini sebagai upaya agar mahasiwa dan juga alumni dibekali ketrampilan advokasi dan dapat terjun langsung sebagai advokat yang kompeten setelah lulus dari pelatihan. Sedangkan memperbanyak praktikum falak maksudnya adalah mengintensifkan praktikum yang sudah ada, dengan menambah peralatan-peralatan yang representative dan modern, serta menambahkan jumlah SKS mata kuliah ilmu falak.

Misi ketiga adalah meningkatkan budaya penelitian, khususnya bagi Sumber Daya Manusia yang berada di Program Studi ini, ketika melakukan proses pembelajaran, maka silabus, handout, dan buku ajarnya harus berdasarkan penelitian akademik yang relevan dan up to date, sehingga materinya dapat berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahu.

Misi keempat adalah pengembangan kerjasama, Program Studi AAS memang sudah bekerja sama dengan unsurepengguna alumni, seperti beberapa Pengadilan Agama, Kantor Urusan Agama, Kementrian Agama, Lembaga-lembaga Bantuan Hukum, Petugas Pembantu Pencatat Pernikahan dan lain-lainya, namun kerjasama ini belum diperluas hingga kerjasama yang lebih spesifik dan lebih menyesuaikan kebutuhan stakeholder.

Program studi sudah merancang pengembangan kerjasama langsung dengan pengembangan materi perkuliahan, seperti mata kuliah ilmu falak dirancang nantinya akan terkoneksi dengan Badan Hisab Rukyah Daerah, Laboratorium Astronomi dan Fisika ITB di Boscha, Mata Kuliah Ilmu Waris dan Ilmu Waris di Indonesia akan terkoneksi dengan laboratorium waris yang berbasis aplikasi. Mata Kuliah Legal Drafter akan terkoneksi kerjasamanya dengan para Notaris. Pengembangan kerjasama ini bertujuan agar nantinya alumni dapat tertarik di berbagai bidang yang berhubungan dengan hukum.

Share this post

Post Comment